PENGUMUMAN :Innalillahi wa innailaihi rojiun, telah berpulang ke rahmatullah, zainuddin ( ucok ) karyawan RS Nusalima, 21 Feb 2012 di Medan--Pertemuan Bulanan IKBI PT PN V , Selasa, 21 Februari 2012 Jam 09.00 Wib sd Selesai, Tempat Gedung Dang Merdu ( Anggrek ) Kantor Pusat--Upacara Kesadaran Nasional, Jumat 17 Februari 2012, Jam 07.00 WIB di KP PT PN V. Seragam PDH --Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW, 10 Februari 2012, Malam SAbtu 19.00 Di Masjid Nurul Iman KP PT PN V, Ustadz : Ir Muhammadun

 

BIDANG USAHA

Perusahaan mengelola agroindustri kelapa sawit dan karet serta mengolah hasilnya menjadi CPO, inti sawit dan berbagai jenis produk karet. Semua hasil produksi dijual baik ke pasar lokal maupun ekspor. Untuk mendukung pemasaran, Perusahaan bersama seluruh BUMN Perkebunan membentuk Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PTPN I-XIV yang berkedudukan di Jakarta dan juga Indoham di Jerman

Jenis Produk

I. Minyak Sawit



CPO diproduksi melalui proses pengolahan di 12 PKS yang dimiliki Perusahaan. Agar dapat dipasarkan, CPO harus memiliki spesifikasi mutu sebagai yang telah ditetapkan. Parameter yang dipersyaratkan antara lain kadar asam lemak bebas, kadar air dan kotoran.

II. Inti Sawit

Inti sawit dihasilkan dari pemisahan daging buah selama proses pengolahan berlangsung. Tahapan proses untuk menghasilkan inti sawit melalui pemisahan, pemecahan, pengeringan dan penyimpanan. Spesifikasi inti sawit harus memenuhi kriteria kadar air, kotoran, inti pecah dan inti berubah warna sesuai standar.

Saat ini Perusahaan tengah merencanakan pengembangan produk inti sawit. Hingga kini produksi Palm Kernel Oil (PKO) masih memanfaatkan fasilitas prosesor milik pihak ketiga. Namun dalam waktu dekat Perusahaan akan membangun pabrik PKO di Tandun

III. Karet



Produk karet dihasilkan dari 2 fasilitas Pengolahan Karet Remah dan 2 fasilitas Pengolahan Karet Asap. Jenis produk yang dihasilkan antara lain: RSS I, RSS II, RSS III, RSS IV, Cutting, SIR 10 , SIR 20, Out SIR.
Perusahaan mengembangkan produksi lateks pekat melalui perusahaan joint venture PT Mardec Nusa Riau, bekerjasama dengan Mardec International Sdn. Bhd., Malaysia dan PT Banihuma Jakarta. Bahan baku lateks pekat tersebut sepenuhnya dipasok oleh Perusahaan.