Sabtu, 09 Maret 2013 - 04:46:11 WIB
Mengawal Pertumbuhan dan Produktivitas Sawit
Diposting oleh : Fazli H
Kategori: Ekonomi & Bisnis - Dibaca: 574 kali

Ada tiga faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan produktivitas tanaman kelapa sawit, yakni faktor lingkungan, bahan tanaman, dan tindakan kultur teknis. Tentu saja ketiganya saling terkait dan mempengaruhi satu sama lain.

Ketiga faktor berikut, yaitu lingkungan, bahan tanaman, dan tindakan kultur teknis, begitu sangat dominan  dalam mempengaruhi kesuksesan membudidayakan tanaman kelapa sawit yang hasilnya berupa minyak sawit mentah (CPO) sekarang menjadi andalan ekspor nonmigas Indonesia.

Mengutip buku Seri Budi Daya Kelapa Sawit karangan Suyatno Risza, bahwa faktor lingkungan itu mencakup iklim, tanah dan topografi. Iklim yang paling banyak diamati pada tanaman berkaitan dengan curah hujan karena tanaman sawit memang rakus akan air.

Curah hujan yang dikehendaki adalah 2.000 – 2.500 mm per tahun dan merata sepanjang tahun tanpa bulan kemarau panjang. Kekurangan atau kelebihan curah hujan akan berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produktivitas sawit.

Musim kemarau panjang dapat mengancam terjadinya penurunan produksi. Memang, sinar matahari dapat mendorong pembentukan bunga, pertumbuhan vegetatif dan produksi buah. Tapi penyinaran matahari yang lama (kemarau)  akan mempengaruhi tingginya suhu dan mempengaruhi pembungaan dan kematangan buah.

Pengetahuan tentang iklim hendaknya dipahami dengan baik. Hal ini diperlukan untuk mendukung berbagai kegiatan lapangan seperti pembukaan lahan baru, jadwal penanaman, pemupukan, upaya pengawetan tanah dan sebagainya.

Adapun tanah berkaitan dengan sifat fisik dan kimia setiap jenis tanah yang berbeda-beda. Karenanya tingkat produksi setiap jenis tanah juga berbeda. Bagi tanaman sawit sifat fisik tanah lebih penting daripada sifat kesuburan kimiawinya, karena kekurangan unsur hara dapat diatasi dengan pemupukan.

Jenis-jenis tanah di mana tanaman sawit dapat tumbuh adalah tanah Podsolik Coklat, Podsolik Kuning, Podsolik Coklat Kekuningan, Podsolik Merah Kuning, Hidromorfik Kelabu, Alluvial, Regosol, Gley Humik, Organosol (tanah gambut). Tanah Podsolik Merah Kuning paling cocok untuk sawit. Sedangkan Podsolik Kuning kurang bagus karena miskin hara terutama fosfat dan magnesium.

Kedua, faktor bahan tanaman. Keberhasilan usaha perkebunan sawit antara lain juga dipengaruhi faktor bahan tanaman yang memiliki sifat-sifat unggul. Bibit unggul akan menjamin pertumbuhan yang baik dan tingkat produktivitas tinggi bila dilaksanakan secara optimal.

Pada bahan tanaman sawit ini dibedakan atas dua bagian, yakni Vegetatif dan Generatif. Bagian vegetatif tanaman sawit meliputi akar, batang dan daun.

Tanaman sawit berakar serabut yang terdiri atas akar primer, sekunder, tertier dan kuartier. Akar primer umumnya tumbuh ke bawah, sedangkan akar sekunder, tertier dan kuartier arah tumbuhnya mendatar dan ke bawah.

http://www.infosawit.com/index.php/info-petani/112-mengawal-pertumbuhan-dan-produktivitas-sawit




0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)